Senin, 02 Mei 2016

Berjuang Untuk Saling Memantaskan

0

Pertemuan kita pasti mempunyai alasan, yaitu untuk saling memantaskan diri. Mungkin jika nanti kita tak bersama dalam sebuah keluarga, kelak pertemuan ini tak akan menjadi pertemuan yang sia-sia.Kita dipertemukan dalam situasi yang sangat singkat dan aku pun sempat tak percaya jika pertemuan itu akan menimbulkan rasa sayang begitu dalam pada diriku. Kamu hadir saat aku sembuh dari luka yang dalam, saat aku mulai menata hatiku kembali agar nyaman ditempatin kembali.Aku merasa yakin dengan pertemuan kita, akan membawa kita pada sebuah keluarga yang bahagia. Tapi tidak buatmu, aku masih saja merasa semua belum pas dan merasa kalau ini hanya perasaan sesaat yang kau berikan, bukan perasaan selamanya.

Kamu pernah bilang “Jangan tinggalin aku, dan jangan pernah pergi dari kehidupan ku” Disitu aku merasa, bahwa memang mungkin dirimulah kelak yang menjadi jodohku.


Tidakkah itu terdengar begitu yakin?. ya.. tak dapat aku pungkiri juga, aku berdoa yang sama dengan dirimu, tapi aku merasa kita harus saling memantaskan diri terlebih dahulu sebelum membicarakan soal hubungan yang lebih serius. Bukankah dari pertemuan kita ini selalu ada alasan untuk kita pelajari. Aku percaya pertemuan ini adalah untuk sama-sama memantaskan diri sebelum akhirnya kita sama-sama yakin kalau kita dipertemukan adalah untuk berjodoh. Tapi jika pertemuan kita bukan di takdirkan untuk berjodoh, bukankah kita sudah saling memantaskan diri untuk jodoh yang sebenarnya yang telah ditentukan allah.

Bukannya ingin mematahkan semangat dirimu atau ingin membuat hatimu terluka. Perlu kamu tahu, aku juga berjuang untuk bisa pantas bersanding denganmu kelak jika kita berjodoh. Dan harusnya kamu pun berjuang untuk bisa bersamaku selamanya. Karena aku merasa, kelak yang akan menjadi jodohku nanti adalah dia yang bisa membimbingku, dan dia juga yang kelak akan bisa menjaga, memberikan motivasi. Dirimu bukannya tak mempunyai itu, tapi coba dirimu selesaikan terlebih dahulu apa yang menjadi tanggung jawabmu.

Berjuanglah bersama untuk saling memantaskan diri, karena aku pun juga akan menyelesaikan apa yang ada diriku. Berjuang memantaskan diri untuk bisa menjadi suami yang mampu memberikan motivasi untuk istrinya kelak. Kamu pun harus bisa memantaskan diri untuk bisa menjadi seorang ibu dan ibu rumah tangga yang kelak akan di banggakan oleh anakmu nanti. Tidak ada yang salah memantaskan diri ketika kita bertemu, karena mungkin ada yang harus kita pahami dari pertemuan ini.

Dan jika kelak pertemuan ini harus menjadi perpisahan, jangan kamu sesali. Karena tidak ada yang perlu disesali dari sebuah perpisahan.

Ada sebuah pelajaran yang di dapat, cepat atau lambat pelajaran itu akan kita rasakan
Dan baiknya kita harus bisa bijaksana dalam suatu hubungan ini. Karena saat kamu bilang rasa sayang, aku tidak merasakan sayang itu. Bukan karena hatiku belum rapih sepenuhnya, tapi memang tidak ada rasa sayang yang mengalir. Aku berjuang untuk tetap memantaskan diri dan untuk rasa sayang ini untukmu. Tapi jika memang kelak rasa sayang ini tak ada, maka bukankah kita telah berjuang bersama untuk memantaskan diri.

Aku mungkin akan menyesali ketika kelak nanti aku salah dalam menilaimu. Tapi setidaknya aku sudah berjuang bersamamu untuk memantaskan diri, agara kelak saat kita berjodoh adalah benar kita pantas untuk bersama selamanya.

0 komentar:

Posting Komentar